Bapak Haji Sendiri

di depan cermin, bapak kenakan kain ihram
Meneliti bayang diri, alhamdulillah sudah rapi
khusyuk nafas ditarik, pundaknya ikut naik, “bismillah..,” hembusnya.
Bapak berputar
di tempat,
7 kali.

Kiblat di hati… kiblat di hati…
kiblat di hati, toh?

Bapak keluar kamar, berjalan
ke pinggir jalan, memunguti
7 batu, kemudian masuk.
“Mau ngapain lagi, Pak?”
“Lempar jumrah,” jawabnya singkat sambil terus menuju kamar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s