Aku dan Kenangan Petak Umpetan

June 13, 2017 § Leave a comment

aku dan kenangan
petak umpetan:
aku ngumpet ia temukan
dia ngumpet
aku cari

hampir
             setengah
                             mati.

akhirnya
kutengok dia
sedang ngopi
di tempat biasa dulu
kami sering main tali.

sayang sekali
aku hanya berani
melihatnya dari jauh
lalu pergi.

nanti nanti
kami pasti
main lagi
dan lagi.

Syair Para Pendendam

May 29, 2017 § Leave a comment

Kala luka masih nyala
sekam api lirih
bicara,
“orang-orang harus diingatkan
betapa sakitnya dilupakan.”

sampan-sampan coklat tua lalu membawa setiap anak panah jauh dari busurnya.
Kemenangan sejati,
bagai matinya para petapa:
sukar dikira, sulit dirasa.

dari utara, sekumpulan angin
jelas keras katanya,
“orang-orang tak perlu diingatkan, apalagi tentang sakit dan kesepian.”

lewat angin nan kencang
kita disuruh belajar diam-
diam.
Kebaikan sejati,
bagai kubur para petapa: mudah ditanam, susah dilupakan.

Cara Menulis Puisi

May 14, 2017 § Leave a comment

bagaimana caramu menulis puisi?

Ah, gampang sekali, aku tinggal memutar keran, kemudian kata-kata akan mengucur, deras tidaknya tergantung seberapa besar keran terbuka.

lalu?

kata-kata tadi kutampung dalam panci kecil, rebus, harus sampai mendidih betul.

lalu?

kata-kata mendidih kutuangkan ke dalam cangkir berisi dua sendok kopi pahit tanpa gula. Mengaduknya. harus benar-benar diaduk.

lalu, kau minum?

tidak. aku pakai buat kompres luka-luka masa lalu, kemudian kutuliskan perihnya.

Kita Berpisah, Alasannya Menyusul

February 19, 2017 § 2 Comments

؛
1.
maaf, Sayang, pertanyaanmu
tak bisa kujawab hari ini
aku harus bingung dulu,
mungkin berhari-hari

bukan soal berapa lama kita
akan tidur berdua,
namun rasanya
aku belum siap melihatmu menua

2.
apakah kita akan sabar menjalani waktu,
menjadi dua kosongan
di antara tiga mata garpu?

apakah kita sudah sepakat
tentang siapa cekung siapa cembung,
bila kelak kita dikutuk jadi sendok?

3.
hanya sedikit yang mampu
membuatku lari ketakutan, Sayang,
salah satunya: cinta-
-yang sedang berlomba
jadi yang paling
keras kepala

4.
maaf, sayang, pertanyaanmu
tak bisa kujawab hari ini
aku harus bingung dulu,
mungkin berhari-hari
atau selamanya.

2017

Kau di Puisi

January 22, 2017 § 1 Comment

o, aku begitu rindu pada dia yang kausebut ‘aku’
dalam puisi-puisimu

:di situ dia begitu mencintaiku.

2016

Martabak

December 21, 2016 § Leave a comment

miris rindu kusembunyikan dalam martabak
di antara telor, daging cincang, dan bawang bombay.
Sengaja, supaya kau gigit tidak sengaja. Aku suka melihatmu terkejut. Matamu melotot. Ah, indah sekali.

Tidak, kau habiskan saja sendiri, kau kan tahu aku tak makan daging
Aku tak mau kolesterol, darah tinggi, dan ah lihat minyaknya!

Aku jadi acar timun saja,
bisa kau makan dengan apa saja
yang segar, yang bersih,
yang tidak ikut berminyak,
yang disimpan rapi dalam plastik kecil.

Acarnya tidak kusembunyikan kok

kok tak kau sentuh? Setidaknya kausapa, “hai, bagaimana rasanya ada, tapi tak ada pun tak mengapa

Aku Mengajakmu

September 2, 2016 § 1 Comment

aku mengajakmu
berhemat suka
sembari bersiap
untuk berduka

aku mengajakmu
menabung duka
agar telaten
merawat luka

sebab sepandai-pandai
kita bercinta
akhirnya rubuh juga,
bukan?

aku mengajakmu
memulung makna
aku mengajakmu
bercinta biasa saja

bila kau setuju,
maka
mulai detik itu
aku mengagumimu,
lebih-lebih pada
kesabaranmu
memaklumi
bebalku.

(2016)