Beni Rantau

Beni mahasiswa semester tua. tubuhnya penuh rajah catatan utang di warung tetangga
semua mahasiswa rantau begitu kok, Bu,” kata Beni waktu pulang kampung di hari raya.

di kota, di rantaunya,
Beni punya pacar orang kota. bicara seperti orang kota. juga main social media.

Waktu pacar telat datang
bulan.
Beni bingung mencari Tuhan
Beni keluarkan doa-doa
dari dalam kalbu,
lah kok ternyata
doa-doanya berdebu
: barangkali kerna tak pernah disentuh sekian waktu.

bahkan sampai puisi ini ditulis, Beni belum mampu baca doa. Padahal perut pacarnya semakin besar, dan Tuhan belum juga ditemukan.

kalau ada yang tanya,
mengapa belum baca doa?
Beni jawab masih sibuk bersih-bersih
soalnya debu bikin bersin-bersin.

Anehnya,
setiap Beni bersin
mata ibunya klilipen.
Padahal Beni di kota,
ibunya di kampung.

2018

2 thoughts on “Beni Rantau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s